Kartu ATM Menteri KKP Edhy Prabowo Ditahan Oleh KPK, Dugaan Kasus Korupsi Ekspor Benih Lobster

 

Menteri KKP Edhy Prabowo /instagram.com/@edhyprabowo

PORTALKENDAL.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan kartu debit ATM Menteri KKP Edhy Prabowo sebagai barang bukti nantinya.

Edhy Prabowo diamankan oleh KPK saat sedang berada di Bandara Soekarno Hatta dalam dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster.

"Turut diamankan sejumlah barang di antaranya kartu debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi," ungkap PLT Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam penjelasannya.

Ali Fikri juga menambahkan penjelasan, bahwa barang bukti terkait masih diinventarisir oleh tim KPK.

"Saat ini, masih diinventarisir oleh tim," pungkas Ali Fikri menambahkan.

KPK telah meringkus 17 orang yang diduga terkait dengan dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster yakni terdiri dari Menteri KKP Edhy Prabowo beserta istrinya, dengan beberapa pejabat KKP serta pihak swasta juga.

17 orang tersebut ditangkap di beberapa lokasi pada Rabu dini hari antara lain di Jakarta, Depok dan Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, KPK sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang terkait selama 1x24 jam.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya.

Menariknya sebelumnya, sang Menteri KKP Edhy Prabowo sudah diingatkan oleh banyak pihak mengenai ekspor benih lobster ini, mulai dari mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim dan Anggota Komisi IV DPR, Bambang Purwanto.

Belakangan terbaru, ada pihak lain yang sudah memperingatkan Edhy Prabowo terkait ekspor benih lobster tersebut. Ialah Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi, sudah menolak kebijakan ekspor benih lobster dari Menteri KKP Edhy Prabowo .

" Saya sebagai Wakil Ketua Komisi IV konsisten sejak awal tidak setuju dengan ekspor benih lobster. Kenapa tidak setuju? Karena dua hal mendasar. Pertama benih lobster itu merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungannya. Walau jumlahnya katanya ada 2 miliar, bagi saya tidak penting jumlahnya berapa," ujar Dedi Mulyadi.

Alasan lain, ia menyebutkan negara tujuan ekspor tersebut adalah Vietnam. DImana Vietnam adalah pesaing utama Indonesia dalam bidang kelautan. Nengara Vietnam itu memiliki teknologi yang maju dalam budidaya benih lobster.

"Teknologi yang dimiliki itu tidak berarti kalau tidak ada suplai bahan baku dalam bentuk benih. Jadi aneh, kompetitor kok disuplai bahan bakunya," pungkasnya menambahkan penegasan.

Sumber : PMJ Nes, ANTARA, Kendalku

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.