70 Persen Masyarakat yang Harus Divaksin, Vaksin Covid-19 Digratiskan

Presiden Joko Widodo sedang memberikan keterangan perihal vaksin COVID-19 di Puskesmas Tanah Sereal Bogor / TEMPO.CO


PORTALKENDAL.COM – Presiden Joko Widodo akan membagikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat Indonesia, vaksin ini lebih tepatnya akan disuntikkan kepada 70 persen penduduk Indonesia atau sebesar 182 juta orang.

Jokowi menjelaskan bahwa minimal kurang lebih ada 67 persen, atau 70 persen penduduk mendapatkan vaksin covid-19, artinya akan ada 182 juta orang yang akan mendapatkan vaksin. Beliau menjelaskan saat memberikan Bantuan Modal Kerja di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 16 Desember 2020.

Beliau menambahkan bahwa 70 persen penduduk yang divaksin itu sudah cukup untuk memperkuat kekebalan populasi. Sehingga untuk sisa 30 persen penduduk indonesia itu sudah aman dan tidak perlu dilakukan vaksinasi.

Beliau juga melanjutkan bahwa proses vaksinasi tidaklah mudah, dan pastinya membutuhkan waktu yang lama.

Enam jenis vaksin untuk covid-19 telah ditetapkan oleh pemerintah, sesuai dengan keputusan Kementerian Kesehatan Nomor 9860/2020. Berikut merupakan jenis vaksin yang akan digunakan, vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

Untuk vaksin Sinovac sendiri merupakan vaksin buatan asal cina. Sekitar 1,2 juta dosis vaksin telah sampai di Indonesia pada tanggal 6 Desember.

Tetapi untuk vaksin Sinovac sendiri belum bisa digunakan karena masih menanti hasil uji klinis fase III yang dikerjakan oleh PT Bio Farma bekerjasama dengan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Sehingga untuk proses vaksinasi kepada masyarakat belum bisa dilakukan.

Untuk hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac akan diberitahukan pada akhir bulan Januari 2021. Setelah hasil uji klinis fase III ditemukan , maka tim riset akan melaporkannya kepada pihak BPOM. Kemudian pihak BPOM akan mempubliskan izin edar dalam kondisi darurat.

Berdasarkan keterangan dari juru bicara pemerintah terkait vaksin covid-19, menurutnya vaksinasi akan diberikan pertama kali kepada tenaga kesehatan, yang bermakna seluruh bagian dari tenaga medis dan termasuk untuk tenaga penunjang. Kemudian untuk proses vaksinasi akan lebih diutamakan pada Jawa-Bali karena mengingat adanya kasus tertinggi di 7 provinsi.

Sumber : TEMPO.CO

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.