Kasus Pembunuhan Tukang Becak di Semarang Dituntut 10 Tahun Penjara

 

Ilustrasi Pembunuhan/Ameks

PORTALKENDAL.COM – Pembunuh tukang becak di Semarang telah dijatuhi hukuman dengan 10 tahun penjara. Para pembunuh tukang becak (Muhidin) saat ditangkap oleh jajaran Polrestabes Semarang pada bulan Mei 2020 yang lalu. Para pelaku membunuh dan merampas uang Rp 7.500 milik korban. (Dikutip Adityo Dwi/ Jawa Pos Semarang).

Kasus pembunuhan tukang becak dengan korban bernama Muhidin telah sampai tahap tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (10/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan kedua terdakwa dianggap telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana kejahatan pembunuhan yang disertai dengan kekerasan sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 339 juncto pasal 55 KUHP.

Meski JPU mengatakan kedua terbukti bersalah, namun berat tuntutan untuk kedua terdakwa tidak sama. Terdakwa Yobel Hendrawan Herlianto dijatuhi tuntutan pidana penjara selama 10 tahun. Sedangkan terdakwa Nico Limarga dituntut dengan pidana penjara selama enam tahun.

“masing-masing hukuman dikurangi masa tahanan,” tandasnya.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa mengajukan pledoi. Salah satu kuasa hukum terdakwa Nico, Tommi Sarwan Sinaga dari LBH Mawar Saron Semarang mengungkapkan akan mengajukan pembelaan dan meminta waktu menyampaikan pembelaan secara tertulis.

“Kami mohon waktu untuk menyusun pembelaan secara tertulis, Masjelis,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari adanya seorang tukang becak bernama Muhidin yang ditemukan meninggal dunia di daerah Imam Bonjol, Semarang pada 8 November 2019.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan oleh pihak kepolisian ditemukan kumpulan bukti-bukti yang mengarah kepada beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Para pelaku ini sempat menjadi buron sebelum akhirnya ditangkap pada 21 Mei 2020.


Baca Juga

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.