Miris! Inilah Total Korupsi Mensos Juliari P Batubara Dinilai Capai Rp 3,59 Triliun, Simak Berita Detailnya Agar Tak Salah Paham

 

Menteri Sosial Juliari P Batubara (tengah) / Foto : Suara

PORTALKENDAL.COM – Total Korupsi Mensos Juliari P Batubara dinilai capai  Rp 3,59 Triliun, saat ini Menteri Sosial Juliari Batubara sedang menjadi perbincangan yang hangat diseluruh pelosok negeri, dikarenakan lakukan korupsi dana bansos Covid-19 yang akhirnya menjerat dirinya menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako yang senilai Rp 200 ribu dengan total fee yang sudah diterima Juliari sebesar Rp 17 miliar.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Misbah hasan menjelaskan bahwa potensi fee bansos Covid-19 bisa mencapai triliunan rupiah.

Dari perhitungan (FITRA), jika saat ini total belanja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bidang Perlindungan Sosial sebesar 203,90 triliun, 54% atau Rp 107,80 triliun dipakai untuk dana Bansos berupa sembako/logistik (area Jabodetabek dan Non Jabodetabek).

“Jadi kalau satu paket bansos berharga Rp 300 ribu, artinya ada 359,9 juta paket bansos. Kalau tiap paket nilai korupsinya Rp 10 ribu, potensi dana bansos yang bisa dikorupsi bisa hingga Rp 3,59 triliun. Ini gila,” tutur Misbah saat dihubungi oleh pihak Suara.com , Minggu 6 Desember 2020.

Angka ini ujar Misbah bisa lebih tinggi lagi, jika harga 1 paket sembako ini lebih dari RP 300 ribu.

“Iya, pasti fee Rp 17 miliar kan belum seluruhnya. Makanya perlu ditelusuri lebih jauh oleh KPJ. Itu pun asumsi kalau 1 paket berharga Rp 300 ribu. Kalau satu paketnya Rp 500 ribu, berarti potensi fee-nya Rp 2,1 triliun. Ini hitungan kasar saja,” ujar Misbah.

KPK menetapkan Juliari P Batubara sebagai tersangka kasus penerimaan suap dengan ilai sekitar Rp 17 miliar dari rekanan pengadaan dana bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Ketuka KPK Firli Bahuri menjelaskan perkara tersebut diawali adanya pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan jumlah total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode.

“JPB (Juliari Peter Batubara) selaku Mensos menunjuk Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksaan proyek terkait dengan cara penunjukkan langsung para rekanan,” ujar Firli Bahuri.

Diduga disepakatinya adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso (MJS).

‘Untuk fee tiap paket bansos dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan ara rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso (MJS),” tambah Firli menjelaskan

Selanjutnya, Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya, Ardian IM, harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus Joko Santoso (MJS).

“Penunjukan PR TPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga dketahui JPB dan disetujui oleh AW,”tutur Firli.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima dengan fee sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko Santoso kepada Mensos Juliari P Batubara melalui Adi Wahyodo (AW) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

“Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh EK (Eko) dan SH (Shelvy N) selaku orang kepercayaan Juliari Batubara untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi JPB (Juliari Peter Batubara),” ungap Firli lebih lanjut.

Untuk periode kedua pelaksaan paket bansos Covid-19, terkumpul fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 dengan jumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Sabtu, 5 Desember di beberapa tempat di Jakarta, petugas KPK telah mengamankan uang dengan jumlah sekitar Rp 14,5 miliar dalam berbagai pecahan mata uang yaitu sekitar Rp 11,9 miliar, sekitar 171,085 dolar Amerika Serikat (setara dengan Rp 2,420 miliar) dan sekitar 23.000 dolar Singapura (sekitar Rp 243 juta).

Sumber : Suara.com


Baca Juga

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.