Paslon Cabup Nomor Urut 3 Kabupaten Kendal, Angkat Popularitas Kopi Khas Kendal dengan Mengadakan Pelatihan Barista Milenial

 

Pasangan calon bupati nomor urut 3 Kabupaten Kendal Tino Indra Wardono gelar pelatihan barista milenial Kebupaten Kendal/Foto: Dok/Paslon TIM

Pasangan calon bupati Kabupaten Kendal nomor urut 3 Tino Indra Wardono-Mukh Mustamsikin (Paslon TIM) menggali potensi ekonomi Kabupaten Kendal dari sisi komoditas penghasil biji kopi.

Baca Juga : Inilah Rencana dan Penjelasan Mengenai Pasar Darurat Weleri yang akan Disiapkan Disdag untuk Para Pedagang

Calon Bupati Kabupaten Kendal Indra Wardono mejelaskan bahwa kekayaan alam Kendal terutama daerah pegunungan menyimpan mutiara terpendam yaitu biji kopi yang mempunyai kualitas sangat bagus.

“Di Kendal masih banyak sekali biji kopi yang perlu digali lebih dalam lagi. Salah satu indikasi geografis Kabupaten Kendal adalah Kopi Prahu Kendal yang perlu didukung terus pertumbuhannya,”ujar Tini, Rabu (02/12)

Kopi Kendal menurut Cabup Tino sudah dikenal bahkan sampai luar negeri, Tino mengatakan bahwa kopi khas Kendal itu pernah dipamerkan di Bucharest Romania.

Karenanya, Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kendal, Tino Indra Wardono-Mustamsikin (TIM), mendukung penuh terhadap generasi milenial yang berjiwa kreatif dan inovatif dengan cara membuat pelatihan barista kopi.

Peserta diajarkan bagaimana cara menyedu (brewing) kopi dengan berbagai teknik sehingga menghasilkan kopi dengan beragam cita rasa yang berbeda.

Harapannya paslon TIM, setelah mengikuti program pelatihan ini peserta mampu mengembangkan potensi komoditas kopi yang ada di Kendal, misalnya dengan membuka warung kopi yang berkolaborasi dengan petani-petani kopi di Kendal.

“Alhamdulillah pasca pelatihan, sudah ada beberapa warung kopi dan angkringan yang dibuka walaupun kecil-kecilan. Insha Allah ini bisa menjadi solusi khususnya dalam memulihkan ekonomi pasca pandemi,” tambahnya menjelaskan.

Saat ini, lanjut Tino menjelaskan bahwa bisnis kedai kopi di Kabupaten Kendal berkembang pesat. Maka semakin banyak pula dibutuhkan barista-barista pengracik kopi yang mempunyai skill mumpuni.

Baca Juga : Bawaslu Pastikan 286 Panwaslu Kelurahan/Desa, Patuhi Protokol Kesehatan saat Pilbup

“Dengan pelatihan barista ini, saya berharap muncu barista-barista milenial yang bisa membuka kedai kopi dengan menggunakan kopi Kendal. Biar kopi kita dikenal,” ungkap Tino.

Tino juga berpendapat tidak semua industri harus dimulai dengan skala besar. Hal terpenting adalah meningkatkan kualitas pasca panen kopi serta meningkatkan para kemampuan barista milenial di Kabupaten Kendal.

“Jika masyarakat mau bergotong-royong menjadi kopi Kendal sebagai salah satu komoditas unggulan, maka saya yakin hal tersebut dapat mendorong pemulihan dan bangkitnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 ini,” terang Tino.


0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.