Tak Hanya Vaksin Tiongkok, Indonesia akan Pakai Vaksin Covid-19 Asal Arab Saudi dan Amerika Serikat

 

Ilustrasi Vaksin Covid-19 yang sudah dimasukkan ke dalam suntikan/Pixabay/Hvesna

PORTALKENDAL.COM – Selain vaksin Covid-19 buatan Tiongkok, Indonesia juga akan memakai vaksin buatan Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-10 dengan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan, sesuai dengan keputusan surat dan Menteri Kesehatan, Indonesia akan memakai vaksin dari Amerika, China, Arab dan negara penghasil vaksin lainnya.

Menurut Menteri Erick Thohir baik vaksin Tiongkok, Amerika Serikat, Arab Saudi dan lainnya yang terpenting yakni vaksinasi ini diyakini dapat menekan penularan dan jumlah kematian di Indonesia. Ini yang terpenting.

Erick Thohir menjelaskan, semua vaksin yang telah masuk data WHO telah melewati uji klinis dan datang ke Indonesia dengan penilaian yang baik.

“Jadi jangan terjebak ini vaksin Tiongkok, Amerika dan sebagainya. Semua vaksin yang sudah masuk ke dalam data WHO dan juga sudah melalui uji klinis semua vaksin sudah dinilai baik. Jadi jangan terjebak dalam arti ‘apa-apa’,” tutur Menteri Erick, Sabtu (12/12/20).

Erick Thohir menambahkan, pemilihan vaksin dari negara-negara Amerika, Arab termasuk vaksin Tiongkok sesuai dengan Peraturan Presiden 99 Tahun 2020 jelas domain tertinggi vaksinasi ada di Kementerian Kesehatan.

Karena itu Kemenkes sudah memutuskan jenis-jenis vaksin yang akan digunakan dalam tahap awal vaksinasi nantinya.

“Kita ingin kembali perekonomian nasional bergairah pada tahun 2021 dan kita yakini dengan data-data dari lembaga internasional seperti ADB bahwa Indonesia diproyeksikan tumbuh 5 persen,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Momentum ini yang harus ditunggangi, karena itu vaksin yang berjumlah 1,2 juta dosis sudah datang dan tinggal menunggu BPOM, ujarnya. Vaksin Sinovac sendiri sudah melalui uji klinis III di Bandung dan BPOM serta MUI terlibat dalam kegiatan itu.

Tinggal untuk disuntikkan, tutur dia, di Indonesia perlu penggunaan izin darurat atau emergency use authority di mana salah satunya melihat hasil uji klinis yang ada di Brazil dan negara-negara lain yang berhasil, di tambah hasil uji klinis III di wilayah Bandung.

Memang pihak yang akan diprioritaskan dalam vaksinasi tahap awal yakni para tenaga kesehatan, personil TNI-Polri dan Pegawai Pemerintahan.

“Kembali program vaksinasi ini tidak ada pemaksaan, tetapi pemerintah menargetkan 67 persen rakyat Indonesia tervaksinasi, karena harus menjadi herd immunity dan saling menjaga,” kata Erick.

Sumber : ANTARA


Baca Juga

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.