Gunung Merapi Kembali Erupsi, Guguran Awan Panas ke kali Krasak

 

Visual Erupsi Gunung Merapi beserta awan panas siang ini/twitter/@BPPTKG

PORTAL KENDAL – Waspada Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Guguran awan panas mengarah ke Kali Krasak. Sebelumnya, Merapi sudah memuntahkan awan panas pertama pada pukul 08.02 WIB dengan tinggi kolom mencapai 200 meter.

Guguran awan panas pertama memiliki durasi yaitu 154 detik beserta amplitudo maksimum 28 mm.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan di Yogyakarta menuturkan, Gunung Merapi pada hari Kamis siang tadi kembali mengeluarkan guguran awan panas dengan tinggi kolom asap mencapai 200 meter dari puncak ke arah hulu Kali Krasak.

Hanik berkata, awan panas guguran yang terdata di seismogram pada pukul 12.50 WIB tersebut memiliki durasi 139 detik dengan amplitudo maksimum 21 mm.

“Tinggi kolom teramati 200 eter di atas puncak, jarak luncur sekitar kurang lebih 300 meter ke arah hulu Kali Krasak,” tuturnya, Kamis (07/12/21).

Hanik juga memperkirakan munculnya awan panas tersebut berasal dari gundukan yang beberapa terpantau di puncak Gunung Merapi.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan Gunung Merapi dalam status Level II atau Siaga. Bahaya akibat erupsi Gunung merapi ini diperkirakan memiliki potensi bahaya dalam radius lima kilometer dari puncak.

Hanik menghimbau kepada warga sekitar Gunung Merapi agar selalu waspada dikarenakan awan panas guguran erupsi tersebut sudah muncul sejak ditetapkannya status Level III Siaga.

Untuk penambangan seperti pasir di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung merapi dalam KRB II dianjurkan untuk diberhentikan dahulu.

BPPTKG juga meminta para pengelola wisata agar tak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Merapi.

Berdasarkan data dari BNPB, prakiraan daerah bahaya akibat erupsi Gunung Merapi akan meliputi Desa Glagahjarjo (Dusun Kalitengah Lor), Desa Kapuharjo (Dusun Kaliadem), Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemudian Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, karanganyar), Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono), Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Selanjutnya Desa Tlogolele (Desa Stabelan, Takeran, Belang), Desa Kalah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klalah Nduwur), Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi) di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Berikutnya Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur), Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles), Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang) di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Sumber : ANTARA


0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.