PSBB Jawa-Bali, Ganjar Incar Wilayah Jateng ini untuk PSBB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/dok/Humas Pemrov Jateng

PORTAL KENDAL – Pemerintah Provinsi Jateng yang merupakan sebagian wilayah dalam PSBB Jawa-Bali, siap sedianya untuk menerima kebijakan di masa pandemi untuk menekan laju penyebaran Covid-19 tersebut.

PSBB akan berlaku mulai 11 sampai 25 Januari 2021 dan Jawa Tengah juga hanya meninggal surat edaran resmi dari pemerintah pusat.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menekankan siap melaksanakan perintah dari pusat mengenai PSBB tersebut. Selanjutnya akan diteruskan kepada bupati dan walikota juga.

“Tapi intinya, hal itu tidak dilakukan pada satu wilayah teritori pemerintahan, melainkan pada daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus atau zona merah,” ucap Ganjar, Rabu (06/01/21).

“Kami siap, Pak Menko Perekonomian juga sudah telpon saya soal itu tapi kami masih menunggu peraturan resmi dari pusat soal ini,” tambah Ganjar.

Ganjar menyaksikan jika di Jawa Tengah ada beberapa wilayah yang semestinya akan mengikuti peraturan PSBB dari pemerintah pusat.

“Ini misalnya Semarang Raya, Solo Raya dan saya usulkan Banyumas Raya. Tiga ini yang menjadi perhatian khususnya Semarang Raya dan Solo Raya yang kasusnya melonjak,” tandasnya.

Disinggung mengenai PSBB, Ganjar mengutarakan sudah siap. Dikarenakan, seluruh daerah sudah berlatih terkait pembatasan yang dimaksudkan.

“Sudah siap, kan sudah latihan terus menerus. Tinggal nanti kami sampaikan pada Bupati/Wali Kota agar segera dilaksanakan. Akan kami kirim surat kepada mereka agar mempersiapkan diri dan segera melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Diantaranya keterisian tempat tidur di Rumah Sakit maupun ICU serta isolasi diatas 70%, kasus aktif diatas tingkat nasional sebesar 14%, tingkat kematian diatas rata-rata nasional yakni 3% dan tingkat kesembuhan berada dibawah nasional yaitu sebesar 14%.

Adapun PSBB diantaranya, membatasi Work From Office (WFO) menjadi 25% dan Work From Home (WFH) menjadi 75%. Kegiatan belajjar mengajar masih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun sektor kebutuhan pokok 100% masih berjalan dengan syarat protokol kesehatan yang sangat ketat.

Selain itu, dilakukan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan maksimal pukul 19.00 WIB. Untuk resto, julah konsumen dibatasi sebesar 25% dan pemesanan makanan harus take away dan delivery dapat tetap berjalan.

Sementara bidang konstruksi masih akan terus berjalan, rumah ibadah akan dibatasi menjadi 50% serta fasilitas umum akan ditutup sementara, termasuk transportasi akan diberlakukan pengaturan.

 

 

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.