Terkini! Pfizer Minta Bebas Hukum dan Gugatan Saat Ada Efek Samping Pasca Vaksinasi di Indonesia

 

Ilustrasi Vaksin Covid-19 dari Pfizer untuk vaksinasi Covid-19. /Antara

PORTAL KENDAL – Pfizer meminta kepada pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan gugatan dan bebas hukum terkait masalah jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau efek samping berbahaya setelah vaksinasi Covid-19.

Perusahaan besar pabrikan vaksin Covid-19 dari Pfizer & Biontech meminta syarat yang berat kepada pemerintah Indonesia jika ingin menggunakan vaksin Covid-19 buatan Pfizer.

Syarat berat itulah yang sangat berat untuk Indonesia dan masih tertahan terkait 50 juta dosis vaksin Pfizer yang akan didatangkan ke Indonesia.

Pasalnya, Indonesia sendiri sekitar bulan Juli 2020 melakukan secure order dengan Pfizer sebagai pemenuhan vaksinasi di tanah Air sebanyak 426 dosis vaksin Covid-19/

Direktur utama PT Bio Farma Honesti Basyir menuturkan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, secara daring, Selasa (12/01/2021).

Akibat itulah, pemerintah belum bisa menyepakati pembelian vaksin Covid-19 buatan Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat.

Kesepakatan mendatangkan vaksin Pfizer sekarang ini terganjal permohonan perusahaan asal Amerika Serikat yang beraliansi bersama Jerman tersebut.

Pfizer meminta untuk dibebaskan secara hukum misalnya terjadi efek samping yang membahayakan saat penggunaan vaksin Covid-19 buatannya.

“Mereka (Pfizer) minta untuk diberi kebebasan atau dilepaskan klaim tuntutan hukum kalau ada masalah dalam program vaksinasi,” ungkap Honesti.

Sebelumnya pemerintah menuturkan sedang melakukan finalisasi pembelian vaksin sebesar 50 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer.

Honesti menambahkan, pemerintah saat ini sedang melakukan negosiasi lanjutan bersama pihk Pfizer agar proses pemesanan vaksin asal Inggris tersebut dapat masuk ke Indonesia secepatnya.

“Ini masih didiskusikan, karena kita enggak mau dapat cek kosong dan bagaimana kalau ini bisa dinegosiasikan dengan Pfizer,” tambah Honesti.

Sebelumnya sudah dijelaskan, kebutuhan vaksin Indonesia untuk 181 juta orang sebesar 426 juta dosis, namun saat ini yang baru dipesan sekitar 329 juta dosis dengan perincian Vaksin Sinovac 125 juta dosis, Pfizer 50 juta dosis, AstraZeneca 50 juta dosis, dan Novavax 50 juta dosis.

Selain itu ada tambahan dari Covax/Gavi 54 juta dosis. Dengan demikian total dosis yang sudah teken kontrak dipastikan sebesar 329 juta dosis vaksin.

Sumber: Galamedia News


0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.