Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Kabupaten Kendal Alami Penurunan Signifikan


 Cah Kendal Blog - Angka kasus kekerasan pada anak dan wanita di Kabupaten Kendal pada tahun 2020 mengalami penurunan ketimbang tahun 2019.

Di tahun 2020 kasus kekerasan pada anak capai 33 kasus, turun dibandingkan tahun 2019 yang capai 53 kasus.

Demikian juga kasus kekerasan pada wanita. Di tahun 2020 yang capai 25 kasus, turun dibandingkan tahun 2019 yang capai 33 kasus.

Sementara pada tahun 2021 sampai Maret 2021, jumlah kasus kekerasan pada anak capai empat kasus, sedang kasus kekerasan pada wanita capai enam kasus.

Pimpinan Program Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistiyanto sebagai lembaga pemerhati anak menjelaskan, semestinya pemda memberikan dukungan dan gerakkan pencanangan desa layak anak dan sekolah layak anak.

“Jika sudah ada komitmen mencanangkan desa layak anak, semua elemen masyarakat akan bersama-sama menjaga kondisi lingkungan yang nyaman bagi anak. Saya kira, pemerintah daerah dengan kebijakannya mampu mendorong untuk menciptakan kondisi daerah yang ramah terhadap anak,” jelasnya, Sabtu (10/4/2021).

Saat itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP2KBP2PA, Abdul Mufid menjelaskan, turunnya kasus kekerasan pada anak, karena gencarnya sosialisasi ke warga.

“Baik sosialisasi yang dilakukan langsung oleh dinas, maupun sosialisasi dari pihak kecamatan dan desa,” katanya.

Disamping itu, karena makin bertambahnya desa yang sudah mencanangkan sebagai desa layak anak dan sekolah layak anak.

“Kami berharap semua desa segera mencanangkan sebagai desa layak anak,” ungkapkan Mufid.

Dijelaskan, sekarang ini telah ada 26 desa di Kabupaten Kendal yang telah melaunching sebagai Desa Layak Anak.

“Di tahun 2021 ini akan ada 11 desa lagi yang siap melaunching sebagai Desa Layak Anak. Untuk sekolah layak anak di tahun 2021 bertambah menjadi 4 sekolah layak anak,” terangnya.

Mufid menjelaskan, Posko Perlindungan Anak dan Wanita juga ada pada semua kecamatan.

“Melalui posko tersebut, masyarakat lebih dekat dan mudah jika akan melakukan pengaduan atas tindak kekerasan yang dialami,” tambah Mufid.

Disamping itu ada juga Jaringan Perlindungan Wanita dan Anak (JPPA) yang turut menolong saat lakukan publikasi dan pendampingan terhadap kekerasan wanita dan anak.

“Harapannya tiap desa juga memiliki Posko Perlindungan Anak dan Perempuan,” tandas Abdul Mufid.

0/Post a Comment/Comments

Silahkan komentar dengan bijak ya teman. Terimakasih.